Bisnis properti di Kota Semarang tampaknya kian menggeliat, Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut sejak lama menjadi kawasan incaran pencari properti, baik untuk ditinggali ataupun sebagai investasi.

Hal itu dapat terlihat dari hasil riset yang dilakukan oleh portal properti Lamudi, beberapa waktu lalu mereka mengadakan riset untuk mengetahui berapa banyak orang yang mencari informasi tentang iklan rumah dijual di Semarang melalui Google. Berdasarkan data, ternyata minat orang untuk membeli rumah di Kota Atlas tersebut terus meningkat, seperti pada tahun 2017 ada 36.540 pencarian, kemudian tahun 2018 meningkat menjadi 40.540 orang.

Tingginya minat membeli rumah di sana, ternyata juga sejalan dengan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Semarang, berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) pada kuartal III 2018 penyaluran KPR untuk segmen menengah dan atas meningkat sebesar 10.77% dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun 2017.

Sebenarnya ada tiga faktor utama yang membuat mengapa kota ini begitu diminati oleh banyak calon pembeli properti. Pertama, karena Kota Semarang merupakan pusat perekonomian di Jawa Tengah, seperti pada tahun 2015 lalu Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jawa Tengah sebesar 5,4, angka ini jauh di bawah raihan Kota Semarang yang mencapai 5,79. Hal ini juga terjadi pada tahun 2016 dimana saat itu LPE Jawa Tengah 5,28 sementara LPE Semarang 5,8.

Faktor kedua adalah tingginya jumlah populasi, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) angka penduduk di Kota Lumpia tersebut mencapai 1,7 juta jiwa, angka ini akhirnya membuat Semarang sebagai kota terpadat keempat di Indonesia. Membludaknya jumlah penduduk tersebut merupakan “angin segar” terhadap bisnis properti di sana, karena tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi potensial buyer terhadap produk properti yang ada di Semarang.

Faktor ketiga adalah masifnya pembangunan infrastruktur, saat ini di Semarang banyak dibangun jaringan transportasi darat (jalur tol dan kereta api), transportasi udara dan pelabuhan. Keberadaan sarana transportasi tersebut tentunya membuat nilai jual kota ini semakin tinggi.

Adanya faktor pendorong ini, juga ditangkap sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, makanya tak heran sekarang di Semarang banyak dibangun proyek properti, mulai dari rumah tapak, hunian vertikal hingga perkantoran. Salah satunya adalah Ciputra Group, yang membangun CitraLand BSB City, yakni sebuah proyek dengan skala kota mandiri seluas 100 hektar.

CitraLand BSB City dibangun di area perbukitan dan dikelilingi dengan pemandangan indah ke arah Gunung Ungaran, Gunung Sindoro serta Gunung Sumbing. Kondisi ini tak heran membuat CitraLand BSB City sangat yang cocok sebagai tempat untuk tumbuh kembang anak dan tempat istirahat yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga.

Dari segi lokasi perumahan CitraLand BSB City juga berada di lokasi yang sangat strategis karena tidak jauh dari pusat kota Semarang, 15 menit dari Bandara Internasional A. Yani dan berjarak 25 menit dari sentra bisnis di Jl Pemuda, Jl Gajah Mada, kawasan Simpang Lima.

Guna memanjakan penghuninya CitraLand BSD City juga dilengkapi dengan fasilitas jogging track, bicycle lane, sport club, kolam renang, pusat kebugaran, area komersil, pusat pendidikan, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, rumah ibadah, taman bermain anak serta sistem keamanan 24 jam.